Header Ads

ad

Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Serukan Boikot Produk Prancis


Wakil Gubernur Sulawesi SelatanAndi Sudirman Sulaiman mengecam pernyataan Presiden Prancis, Emmanuel Macron, akibat pernyataanya yang menyebut bahwa agama yang mengalami krisis di seluruh dunia.


Terkait dengan itu, Andi Sudirman pun menganggap Macron telah menyerang Islam, dengan cara radikalisasi.

"Ini adalah saat di mana Presiden Macron bisa memberikan sentuhan penyembuhan dan menangkal ruang bagi para ekstremis dari pada menciptakan polarisasi dan marginalisasi. Tapi yang pasti ini mengarah pada radikalisasi," kata Andi Sudirman, Via WhatsApp, Kamis (29/10/2020).


Menurut Andi, dengan pernyataan ini tentu tidak ia nafikkan, akan ada reaksi dari muslim dunia.

"Sudah sepantasnya jika warga besar muslim dunia kemudian memboikot produk dan usaha Prancis. Sebuah statement menyudutkan dan mengeneralisasi muslim dunia dengan label negatif tidak pantas keluar dari seorang Presiden. Itu sangat disesalkan dan kami tegas sangat mengecam," katanya Andi.

Sebelumnya diberitakan bahwa Presiden Prancis, Emmanuel Macron menuai banyak kecaman dari negara Islam dunia terkait pernyataannya baru-baru ini.


Macron dianggap menghina Islam dengan mengatakan agama yang mengalami krisis di seluruh dunia.

Selain itu, dukungannya terhadap Majalah Satire yang menerbitkan karikatur Nabi Muhammad, menimbulkan kampanye boikot produk dan usaha dari Prancis.


Macron berargumen bahwa prinsip negaranya adalah mendukung kebebasan berpendapatan.

Kondisi tersebut membuat pemimpin Islam di seluruh dunia bertindak tegas atas apa yang di lakukan oleh Prancis.

Salah satunya Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan.

Ia menyebut kesehatan mental Macron perlu diperiksa serta mengajak boikot produk-produk Prancis.


Tribunnews.com 

Editor: Hasanudin Aco