Salafi: Kenapa harus memilih??

Tolak Golput, Dai Salafi Mengajak Ummat untuk Memilih di Pilpres 2014

Seperti diketahui, Pemilu tahun ini sedikit berbeda dengan yang sebelumnya. Para Da’i dan tokoh Salafi yang dahulu menganjurkan untuk Golput kini mengajak untuk menggunakan hak pilih dengan tujuan mengurangi mudharat yang lebih besar bagi Islam dan kaum muslimin.

Diantara Da’i Salafi yang menganjurkan untuk menggunakan hak pilih pada Pilpres 9 Juli nanti  adalah Ustadz DR. Muhammad Arifin Badri, Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal, M.Sc, Ustadz Musyaffa Ad Dariny, Lc, MA, Ustadz Firanda Andirja, Lc,MA, Ustadz Yusuf Baisa, Lc, Ustadz Prof. DR. Andy Bangkit Setiawan, Ustadz Dony Arif Wibowo, M.Sc, Ustadz Abdullah Hadhromi, Ustadz Ali Saman dan lain-lain.
Perhelatan pemilu ini dimeriahkan oleh aksi-aksi tokoh masyarakat maupun ormas. Tentu saja aksi-aksi saling dukung mendukung capres tertentu dengan berbagai alasan.

 Salafi atau Salafy diambil dari kata dasar salaf yang artinya terdahulu/orang dahulu/nenek moyang. Dalam artian lebih spesifikasinya salaf adalah generasi awal munculnya Islam yaitu Nabi Muhammad sallalahu ‘alaihi wasallam, Sahabat, Tabi’in dan Tabi’ut-Tabi’in.

Sehingga kata salafy ketika ada tambahan huruf “ Ya’ “ berarti penisbahan atau pengikut. Salafy adalah orang yang berusaha mengikuti orang terdahulu yaitu Nabi Muhammad sallalahu ‘alaihi wasallam, Sahabat, Tabi’in dan Tabi’ut-Tabi’in.

Klaim salafy itu bukan monopoli golongan tertentu. Karena walaupun ada orang tanpa menggelari dirinya Salafy, jika mengikuti Nabi Muhammad sallalahu ‘alaihi wasallam dan para sahabat maka dia bisa dikatakan pengikut salafi.

Keindetikan komunitas Salafi yang mudah dikenal adalah laki-lakinya berjenggot, celana diatas mata kaki dan sebagian wanitanya bercadar. Tapi ingat, keindetikan ini  jg hampir mirip dengan kelomppok  lain. Walaupun  sama-sama mirip tapi secara sikap dan kepemahaman jelas berbeda.
Salafi ini menganggap Pemerintah di Indonesia sebagai Ulil Amri yang harus dipatuhi. Tapi sebagian  yang lain yang kelihatannya sama (ciri sama: Jenggot, Cadar ) namun bersikap sebaliknya.

Masyarakat yang sering mendengar atau melihat berita penangkapan teroris selalu identik dengan cadar dan jenggot. Padahal orang salafy berbeda dari apa yang dikira oleh masyarakat

Lalu apa hubungannya dengan pemilu kali ini?


Dalam hukum demokrasi mereka bersepakat tentang keharamannya. Adapun dalam  hukum  mencoblos pemilu  terjadi perbedaan (khilaf). Ada yang membolehkan dengan syarat keadaan darurat dan ada juga yang berpendapat melarangnya dengan sikap golput. Dan ada sebagian  kubu  lagi yang bersikap diam diantara keduanya.

Ustadz Firanda Andirja, MA ustadz yang sedang menempuh program Doktoral di Universitas Islam Madinah. Melalaui blog pribadinya(firanda.com)  menyerukan agar  Salafi  menggunakan hak pilihnya karena Ijtihad para ulama seperti Syaikh Abdul Muhsin Abbad, Syaikh Nashiruddin Al-Albani, dsb.. Dalam blognya beliau memberikan opsi yang bisa dipilih paling rendah mudharatnya.

Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal: Kami Tak Mau Negara Ini Dipimpin Preman

Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal, MSC  membuka diri siapa calon presiden yang hendak dicoblos. Dia adalah pasangan capres Prabowo-Hatta.
Alumni S2 Jurusan Kimia di King Saud University ini menilai pasangan Prabowo-Hatta lebih kecil madhorotnya dibanding pasangan Jokowi-JK jika jadi presiden nanti. Dengan tegas dia mengungkapkan, negara ini tidak ingin dikuasai oleh para preman.

“Dibanding negara ini dikuasai partai preman,” ujarnya.

Penyebutan partai preman bagi pengusung Jokowi-JK oleh Murid Syaikh Sholih Al Fauzan ini bukan tanpa alasan. Pasalnya dia mengalami perlakuan buruk oleh simpatisan PDI P saat kampanye Pileg bulan lalu.

“Kami pernah dizalimi oleh partai tersebut saat masa kampanye kemarin. Saat kepulangan ke Gunungkidul dari Jogja, di tengah-tengah jalan di Bantul, kami mendapatkan masa partai tersebut menghambat jalan, membuat macet sepanjang beberapa kilometer,” ungkapnya.

Bukan hanya membuat macet, rombongan massa kampanye itu merusak mobil yang ditumpanginya.

“Mereka sengaja memukul mobil kami di saat kami sudah berusaha berjalan rindik (pelan), padahal kami sudah sengaja ngambil jalan di pinggir. Tetapi terkena juga bagian atas mobil dengan pukulan bambu mereka,” terangnya.

Meski demikian, pemimpin Pondok Pesantren Darus Sholihin Gunung Kidul Yogyakarta ini meminta maaf dengan penyebutan partai preman.

“Jadi maaf saja kami gelari partainya dengan partai PREMAN. Karena pendukungnya pun semua akui kebanyakan dari kalangan Preman, pengacau dan perusuh yang anarkis dan brutal. Kami warga muslim pun tidak mau negara ini dipimpin oleh kalangan PREMAN,” tukasnya.

Alasan lain yang dilontarkan oleh bapak dua anak ini adalah karena PDI-P terang-terangan anti Islam.

“Anti Islam (hampir semua RUU yang berbau Islam mereka tolak), pro prostitusi (menentang penutupan Dolly) dan Pro miras (tolak perda larangan miras), Pilihlah yang mudhorotnya lebih ringan dibanding preman, nasionalis dan sekuleris yang berkuasa,” tegasnya.

Diapun menukil ucapan ulama besar Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah. “Kami ingat kata Ibnu Taimiyah: Orang yang cerdas bukanlah orang yang tahu mana yang baik dari yang buruk. Akan tetapi, orang yg cerdas adalah orang yang tahu mana yang terbaik dari dua kebaikan dan mana yang lebih buruk dari dua keburukan.”

Ustaz Musyaffa Ad Dariny, Lc:  Prabowo-Hatta  adalah pilihan terbaik.

Dilansir dari laman gemaislam, da'i Salafi yang kini sedang menempuh studi S3 di Universitas Islam Madinah, Ustaz Musyaffa Ad Dariny, Lc berpendapat, pasangan  Prabowo Subianto-Hatta Rajasa menjadi pilihan pada Pilpres kali ini.
“Prabowo-Hatta  adalah pilihan terbaik dari yang ada,” kata Ad Dariny ditulis dalam akun Facebooknya, Rabu (21/5). Menantu Abu Sa’ad Muhammad Nur Huda itu mengungkapkan, pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla 'kalah' tiga hal penting dari pasangan Prabowo-Hatta.

"Jokowi kalah dengan Prabowo-Hatta, dalam tiga hal yg sangat urgen, dalam hal kepemimpinan; Agama, Ketegasan, dan kejelasan nasab". Dia juga mengungkapkan, Jokowi hanya akan menjadi 'boneka' yang dikendalikan Ketua Umum DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri.
Padahal, ujarnya, PDIP adalah parpol yang kerap menentang segala kebijakan yang berpihak untuk umat Islam. "Partai utama pendukung Jokowi banyak melawan RUU berbau Muslim".

Ustadz Ali Saman: Kita Harus Dukung Prabowo!

Ustadz Ali Saman Hasan, saat dihubungi gemaislam.com via sambungan selular pada Kamis pekan lalu (22/5/2014) secara terang-terangan mengajak kepada kaum muslimin untuk memberikan dukungan kepada Prabowo.

“Kita kaum muslimin harus memberikan dukungan kepada Prabowo,” katanya.

Bukan hanya kepada kaum muslimin awam, Alumni jurusan hadits Universitas Islam Madinah ini berharap kepada para da’i lainnya agar berani memberikan dukungan seperti dia.

“Saya mengajak kepada Asatidzah agar jangan takut terhadap kebenaran. Buka kembali lembaran fatwa para ulama lain yang sesuai dengan kondisi di Indonesia,” ujarnya.


Ustadz Ali, demikian pria ini biasa dipanggil, berharap agar para da’i berperan aktif terhadap masalah ini sehingga para jama’ah tidak bingung.


“Banyak mad’u kita bingung, mereka kadang memiliki kepekaan melebihi ustadznya,” terangnya.

Untuk tanggal 9 Juli nanti, peraih gelar Master Agama Islam dari Institut Agama Islam Al Aqidah Jakarta ini menilai, menggunakan hak pilih adalah bagian dari pembelaan terhadap Ahlussunnah.
“Menggunakan hak pilih adalah langkah terdekat membela Ahlussunnah, melihat dari langkah orang kafir,  liberal, dan para pengikut aliran sesat begitu gencar, ” paparnya.

Direktur Pesantren Islam Internasional Al Andalus ini menegaskan, banyak langkah-langkah untuk membela Ahlussunnah, tapi yang terdekat adalah ini.

“Banyak langkah-langkah lain yang harus dilakukan, tapi ini yang paling terdekat,” tegasnya.

Ustaz DR. Muhammad Arifin Badri: Waspada Ojo Kuwi
Ustadz DR. Muhammad Arifin Badri di laman facebooknya mengingatkan untuk waspada terhadap Ojo Kuwi sampai pemilihan Presiden 9 Juli mendatang, untuk mempertegas  berbagai link berita  beliau  share ke laman facebooknya .
"Sobat! Memang akhir akhir ini dan insya Allah sampai pilpres selesai, saya terus berusaha mengingatkan saudaraku sekalian sesama ummat Islam untuk mewaspadai OJO KUWI.

  Sepenuhnya saya menyadari bahwa sikap saya ini tidak mungkin disukai dan direstui semua orang, namun saya berkeyanikan bahwa saya dituntut untuk mengingatkan dan memperingatkan.
Karena itu, menurut hemat saya, salah besar bila pemberi peringatan mengharapkan apresiasi dan pujian orang lain.

Nasehat Ustadz DR.Syafiq Basalamah Menjelang Pemilu 2014

Kekuasaan hanya milik Allah.
Dia yang memilikinya,
Dia memberikan kepada siapa yang dikehendakiNya,
Dia mencabut dari siapa yang dimauiNya.

DitanganNya segala kebaikan
Berarti kepadaNya meminta pemimpin
KepadaNya memohon penguasa yang baik

KepadaNya memohon perlindungan agar dijauhkan dari pemimpin-pemimpin yang zhalim
Dan hendaknya kita banyak berdo’a serta jangan pernah menganggap remeh sebuah do’a …

Berdo’alah seperti do’a Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu dengan ucapan:
ALLAHUMMA INNI A’UDZUBIKA MIN IMAARATISHSHIBYAAN WAS SUFAHAA’ .

Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu agar tidak dipimpin oleh orang-orang yang kekanak-kanakkan dan orang-orang yang bodoh”.

Tapi jangan lupa firman Allah ta’ala:
وَكَذَلِكَ نُوَلِّي بَعْضَ الظَّالِمِينَ بَعْضًا بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ
“Demikianlah kami jadikan sebagaian orang zhalim sebagai pemimpin bagi orang zhalim yang lain, disebabkan perbuatan maksiat yang telah mereka lakukan.” ( Al-An’am: 129).

“Sebagaimana kondisi kalian, maka seperti itulah pemimpin yang akan mengatur kalian. Pemimpin kalian itu sesuai dengan amal kalian.”

Maka Jangan mengharapkan buah anggur, bila yang kau tanam adalah onak dan duri.
Jangan mengharap ikan emas bila memancing di kolam buaya
Mengharap pemimpin yang muslim, baik dan jujur, selain berdoa harus dibalut dengan usaha memperbaiki rakyat yang merekalah basis utama para pemimpin.
Perbaikilah iman, tauhid dan ibadah ummat.

Bersihkan negeri dari segala bentuk kesyirikan, niscaya negeri bersih dari korupsi dengan izin Allah
Bumi ini milik Allah,Dia mewariskan kepada hamba-hamba yang dikehendakiNya,dan akhir yang baik adalah untuk orang-orang yang bertaqwa.

Ingatlah pesan Nabi Musa ‘alaihissalam kepada kaumnya:
“Mohonlah pertolongan kepada Allah dan bersabarlah.

Sesungguhnya bumi ini milik Allah, Dia memberikannya kepada siapa saja hamba yg dikehendaki-Nya. Dan akhir yang baik adalah bagi orang-orang yg bertakwa” (QS. Al-A’raf:128)

Tetap optimis dan berusaha memperbaiki dengan berbalut doa yang tulus.

Baarakallahu fiykum

*Berbagai Sumber
 



Share on Google Plus

About Admin

0 komentar:

Posting Komentar