Menjelang Akhir Hayatnya, Ustadz Jeffry Al Buchori Banyak Mendapat Nasihat Dari Da’i Salafy


DIBALIK MENINGGALNYA USTADZ JEFRI AL BUCHORI -rahimahullah-
Dan Ini Penguat Kabar dari Abu Usaamah Sufyan via FB
Berasal Dari Akh. Al Anshori Ahmad via FB Seluler
Alumni Ma’had Hamalatul Qur’an Yogyakarta
Pada Hari Jum’at Malam
Malam ini …

Habis berbincang-bincang dengan ust. Syafiq Reza Basalamah, MA -hafidhzahullah-, saya tanyakan kpd beliau perihal kabar yang menyebar dijejaring sosial mengenai hubungan beliau dengan Ust Jefri Al Bukhori. Ternyata kabar itu benar adanya, kata beliau:” awal saya mengenal Jefri waktu musim haji tahun 2005, waktu itu saya ditugaskan pemerintah Arabsaudi, untuk menjadi mursyid (pembimbing) jamaah haji Indonesia , kebetulan saya dapat jama’ahnya Jefri, akhirnya kenal dekat dengan beliau dan hubungan pun berlanjut.”
Ust Syafiq juga seringkali dimintai utk membimbing jama’ah umrahnya ust. Jeri satiap kali beliau umrah. Bahkan Ust Syafiq juga pernah mengisi kajian di rumah ust. Jefri atas permintaan ust Jefri sendiri.
Beliau melanjutkan ” Jefri itu masyaAllah, orang yang terbuka untuk menerima nasehat. Pernah saya melihat Jefri dalam sebuah sinetron, dia memerankan peran ustadz di sinetron itu, namun dalam sinetron itu ada adegan yang berbau syirik. Kemudian saya hubungi dia untuk memberi masukan perihal sinetron yang dibintanginya itu. Beliau pun menerima dan berhenti dari sinetron itu. Pernah pula waktu saya berkunjung ke rumahnya, sy melihat dia memakai kaos bergambarkan supermen di atas gambar supermen itu ada gambar Bintang DVID yg merupkn lambangnya orang yahudi. Saya nasehati dia, dia pun menerima dengan segera dan melepas kaos itu. Jika bertemu di madinah Jefri biasanya ngehubungi saya, kemudian kita berbincang-bincang dan hubungan itu terus berlanjut melalui via BBM.”
Semoga Allah membalas ust Syafiq dengan kebaikan-kebaikan atas dakwah beliau dan semoga Allah mengampuni kekhilafan-kekhilafan ust Jefri dan merahmati beliau.
Dikabarkan Oleh Abu Usaamah Sufyan
Hari Jum’at Pagi

( WAFAT DI PUCUK TAUBAT )
Kurang lebih sebulan yang lalu, saya bertemu seorang alumnus Universitas Madinah al Ustadz Abu Nizar Mirjani Djohan berasal dari kalimantan, beliau jurusan Hadits, sedikit bercerita-cerita tentang ta’lim assatidz salafy Indonesia di Saudi Arabia.
Kami berdua bercerita tentang ta’lim Ustadz Syafiq Reza Baasalamah hafizhahullah di Saudi, Ustadz abu nizar berkata “Jefri al Bukhari setiap datangkan jama’ah Indonesia untuk Umrah, ketika sampai di madinah jefri al bukhari senantiasa meminta ustadz syafiq membimbing jama’ah umrahnya, dan ustadz syafiq senantiasa menashihati jefri al bukhari di madinah, dan jefri al bukhari senantiasa memberikan hadiah untuk ustadz syafiq, kami pernah tanya ke ustadz syafiq tentang barang baru yang dimiliki beliau, beliau menjawab “ini hadiah dari jefri”.
Insya Allah khabar ini Tsiqat (dipercaya) dan teman ana Ustadz Abu Nizar adalah alumnus hadits di univ.madinah dan sekarang sama-sama bernaung di sebuah ma’had dengan saya, Setiap manusia tentu ada proses untuk berubah,dan menuju perubahan itu tidak langsung berubah seluruhnya tentu bertahap, terlebih seorang tersebut sudah menjadi tokoh, dan Allah adalah Rabb yang maha pengampun.
Begitupun kita melihat Ustadz Jefri al Bukhari -rahimahullah- semoga Allah mengampuni segala kesalahannya, tentu beliau ada niat untuk berubah dalam hal manhaj yakni tengah berusaha menuju manhaj salaf, dan dengan ketsiqahan khabar diatas pasti mempunyai efek / pengaruh dikehidupan ustadz jefri sebelum ia wafat dan tanda-tanda beliau untuk berusaha untuk ruju’ ke salaf terlihat dimedia :
1. Ustadz Jefri mengurangi bahkan sudah jarang muncul di televisi.
2. Ustadz Jefri ingin kembali kepada agama Allah yang murni.
pada web : http://hot.detik.com/read/2013/04/26/121549/2231225/230/opick-uje-ingin-kembali-kepada-allah-dengan-murni?hd771104bcj
salah tokoh pesohor di negeri ini Opick mengungkapkan :
“Dia bilang akhir-akhir ini agak aneh, dia merasa dirinya sangat banyak dosa, kekurangan. Saya menangkap ada ruang tobat yang besar dipenghujung hidupnya. Ingin kembali kapada Allah dengan murni,” ungkapnya.
Uje sebelumnya memang mengaku ingin berhenti berceremah. Ternyata hal itu juga sempat diutarakannya kepada Opick.
“Ada kegelisahan dia, saya menangkap ini hal luar biasa. Kita semua berdua,” ujarnya.
Sebagaimana kita lihat di media, mema
3.Ustadz Jefri mau pensiun dini untuk berdakwah.
http://hot.detik.com/read/2013/04/26/122938/2231238/230/ini-alasan-uje-ingin-berhenti-ceramah?991104topnews
Uje berkata :
“Kalau saya terus ceramah, terus siapa yang ceramahin saya? Ada kegelisahan dia. Saya menangkap ini hal luar biasa,” kisah Opick.
Sebelumnya adik Uje, Fajar Sidiq juga menuturkan sang kakak memang pernah bilang kepada dirinya niat berhenti berdakwah. “Gue mau istirahat, ceramah sudah capek,” ungkap Fajar menirukan ucapan Uje.
Terlepas dari segala kesalahan yang terdapat dari diri Uje, tentu dari segala kesalahan itu menuju perubahan sebagaimana Al Imam Al Ghazali rahimahullah yang beliau malang melintang didunia tasawuf diakhir hayatnya beliau ruju’ kepada salaf, namun ajal tak lamakemudian menjemputnya sehingga cita-cita beliau untuk meluruskan(membenahi)kesalahan karya nya yakni kitab “ihya ulumuddin” tidak tercapai.
Semoga Allah senantiasa menjaga diri kita, keluarga kita serta keturunan kita untuk beristiqamah pada ajaranNya. sebagaimana Wasiat Ali Bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu :
“Aku berwasiat kepada kalian, wahai hamba-hamba Allah agar kalian bertaqwa padaNya, Dia telah membuat perumpamaan bagi kalian, menetapkan ajal bagi kalian, memberikan telinga yang kalian mengerti maksudnya, memberi kalian mata yang kalian mengerti maksudnya,memberi kalian hati yang kalian mengerti maksudnya, sungguh Allah tidaklah menciptakan kalian dengan sia-sia, dan tidak menghentikan peringataNya dari kalian, Allah memuliakan kalian dengan nikmat yang melimpah, dan Dia menyiapkan balasan untuk kalian , maka bertaqwalah dijalan Allah, bertaqwalah dijalan Allah wahai hamba-hamba ALLAH.”[ash habur Rasul shalalallahu alaihi wa sallam ;mahmud al mishri].
istiqlal
#Jenazah yang dishalatkan oleh mayoritas kaum muslimin#
Dari Ibnu Abbas radhiallahu anhuma bahwa anaknya telah meninggal di kawasan Qudaid atau ‘Asfan. Maka ia pun berkata, “Wahai Kuraib (budak beliau), lihatlah berapa orang yang telah berkumpul untuk menyalatkannya.” Kuraib berkata, “Maka aku pun keluar, ternyata orang-orang telah berkumpul untuknya. Lalu aku memberitahukannya kepada Ibnu Abbas.” Dia bertanya, “Apakah jumlah mereka telah mencapai empat puluh orang?” Kuraib menjawab, “Ya.” Kemudian Ibnu Abbas berkata, “Keluarkanlah mayatnya, karena aku telah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
مَا مِنْ رَجُلٍ مُسْلِمٍ يَمُوتُ فَيَقُومُ عَلَى جَنَازَتِهِ أَرْبَعُونَ رَجُلًا لَا يُشْرِكُونَ بِاللَّهِ شَيْئًا إِلَّا شَفَّعَهُمْ اللَّهُ فِيهِ
‘Tidaklah seorang muslim meninggal dunia, dan dishalatkan oleh empat puluh orang, yang mana mereka semua ini tidak menyekutukan Allah, niscaya Allah akan memberikan syafaat mereka kepadnya.” [HR. Muslim no. 948]
Dari Aisyah radhiallahu anha dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bahwa beliau bersabda:
مَا مِنْ مَيِّتٍ تُصَلِّي عَلَيْهِ أُمَّةٌ مِنْ الْمُسْلِمِينَ يَبْلُغُونَ مِائَةً كُلُّهُمْ يَشْفَعُونَ لَهُ إِلَّا شُفِّعُوا فِيهِ
“Tidak ada satupun mayat yang dishalatkan oleh kaum muslimin dengan jumlah mencapai seratus orang, dan semuanya mendo’akannya, kecuali do’a mereka untuknya akan dikabulkan.” [HR. Muslim no. 947]
FOTO : [Ratusan simpatisan Iringi jenazah Uje menuju Masjid Istiqlal]

Share on Google Plus

About Admin

0 komentar:

Posting Komentar